SEKILAS INFO
21-09-2020
  • 4 bulan yang lalu / Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 H/2020 M.
2
Nov 2018
0
TIM Pencak Silat – TAPAK SUCI SMK MUHAMMADIYAH LEMAHABANG CIREBON Kembali Raih Posisi di SUKABUMI OPEN CHAMPIONSHIP II kelas Tanding 2018

 (Cirebon, 10 November 2018) Atlet pencak silat TAPAK SUCI SMK Muhammadiyah Lemahabang kembali sukses menaiki podium juara setelah berhasil merebut posisi kedua untuk kelas Tanding Kejuaraan Sukabumi Terbuka yang digelar untuk memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober yang berlangsung di GOR Suryakencana Kota Sukabumi,  26-29 Oktober 2018.  Kejuaraan yang mengusung tema “kita tumbuhkan rasa spirit patriotisme generasi muda sebagai wujud nyata dalam pelestarian budaya bangsa” tersebut diikuti tak kurang 800 atlet se-Jawa Barat ditingkat anak-anak/SD, Pra Remaja/SMP, Remaja/SMA-SMK, dan Dewasa/ Mahasiswa-Umum. Kategori yang ditandingkan adalah kelas tunggal dan tanding untuk semua tingkat.

Adalah Tayani siswa SMK muhammadiyah Lemahabang jurusan Teknik Otomotif dari kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif yang mampu menduduki podium kedua dengan raihan medali perak Pencak Silat Tingkat Remaja Kategori kelas tanding. Untuk raihan tersebut Taryani tak kurangnya harus melewati 4 tahapan babak kualifikasi dengan sistem gugur. Capaian prestasi ini tentunya sangat membanggakan pihak sekolah.

“Selamat atas kesuksesan yang berhasil diraih oleh tim tapak suci SMK Muhamammadiyah Lemahabang pada umunya dan kepada ananda Taryani khususnya yang telah meraih prestasi yang membanggakan di tingkat jawa barat” ujar Kepala SMK Muhammadiyah Lemahabang Bpk. Galuh Maulidin Rochman, M.Pd.

“Seluruh siswa-siswi SMK Muhammadiyah Lemahabang khususnya harus terus meningkatkan dan mengembangkan potensi diri yang dimiliki sebagai bentuk cerminan dari semangat sumpah pemuda. Kuncinya, dengan kemauan keras untuk menjadi sukses,” ujar Galuh.

Prestasi tersebut boleh jadi menjadi kado kecil persembahan SMK Muhammadiyah Lemahabang untuk mengisi momentum Sumpah Pemuda. Seperti halnya disampaikan Bung Karno bahwa “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda.” Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Jadi lah apinya, dengan mengobarkan semangat juang berprestasi. (SIA/2018)